Tangerang – Produsen kendaraan listrik LEPAS memanfaatkan ajang GIIAS 2025 bukan hanya untuk memperkenalkan produknya ke publik, tapi juga meresmikan kolaborasi strategis bersama Zetrix Miss Universe Indonesia 2025. Pengumuman ini disampaikan dalam talkshow yang berlangsung di booth LEPAS, ICE BSD, pada 2 Agustus 2025.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari pendekatan brand dalam membangun narasi yang lebih luas—tidak hanya soal teknologi dan desain kendaraan, tetapi juga tentang gaya hidup, ekspresi diri, serta peran perempuan dalam mendorong transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.
“LEPAS bangga dapat berkolaborasi dengan Miss Universe Indonesia, karena kami percaya bahwa nilai-nilai kami selaras: mendorong kemajuan, memberdayakan perempuan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik, berkelas, dan berkelanjutan,” ujar Ricky He, Deputy Country Manager of Lepas Indonesia
Nama LEPAS sendiri merupakan gabungan dari kata leopard dan passion, yang mencerminkan kekuatan desain, estetika, dan semangat inovasi yang dibawa oleh merek ini. Kendaraan listrik ini dirancang untuk tampil elegan namun tetap ramah lingkungan, dengan target konsumen yang mengedepankan identitas personal dalam memilih kendaraan.
Runner-up Miss Universe Indonesia 2024, Nadia Tjoa, turut hadir dan menyampaikan pandangannya soal peran kendaraan dalam keseharian perempuan. “Kendaraan bagi perempuan itu bukan cuma alat transportasi, tapi bagian dari identitas. LEPAS mewakili pilihan yang stylish tapi tetap bertanggung jawab secara lingkungan,” ungkapnya.
Dalam rangkaian Zetrix Miss Universe Indonesia 2025, LEPAS juga memperkenalkan filosofi desain mereka yang menggabungkan teknologi dan keindahan. Kolaborasi ini diklaim sebagai ruang bersama untuk mendorong perempuan agar lebih berani mengekspresikan diri di tengah perubahan zaman.
Strategi ini menunjukkan bahwa pemain baru di industri EV tak hanya bersaing lewat fitur teknis, tapi juga lewat positioning gaya hidup. Namun pada akhirnya, daya saing tetap akan ditentukan oleh kualitas produk, harga, dan kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
